SEPULOH ENEM (LAGI-LAGI) YANG TERKINI

Mungkin ini celotehku yang terakhir dengan episode Sepuloh Enem Yang Terkini. Maafkan apabila pada episode pertama dan kedua saya memuat kata-kata yang menyakiti perasaan kalian. Namun tenang kawan, itu hanyalah sebagian dari ungkapan penyemangat untukku dan untuk kalian. Di antara kita ada yang lengah, ada yang super-semangat, dan ada yang lain-lain lagi. Bervariasi atau berkeanekaragaman. Kalau kata Rudolf Virchow (1858), “Sel merupakan kesatuan hereditas dari makhluk hidup.” Maka saya bisa mengatakan, “Kita merupakan kesatuan perasaan dari sebagian makhluk hidup.” (Uopooo?) Maknanya adalah bahwa kita sebagai umat manusia memiliki perasaan, cetha!, dan kita selalu butuh perasaan yang muncul dari benak diri sendiri maupun dari dorongan orang lain. Maka kita tidaklah mungkin untuk hidup menyendiri, tidak bersosialisasi, kuper lan sakpenake dhewe. Kita harus bersatu. Sebagai citra pemuda Indonesia yang terus berusaha dalam mewujudkan impian jadi kenyataan, janganlah sekali-kali lengah! Boleh galau tapi cukup 5 menit di malam Minggu saja!

Dalam kenyataannya, hanya satu sampai dengan delapan orang saja yang benar-benar tekun belajar. Penulis sendiri tidaklah tekun, apalagi giat belajar. Banyak siswa eks-X6 tidak menempati posisi seeded (unggulan), apalagi dijagokan jadi juara. Juara lomba inilah, itulah, apalah… Kita nyaris kosong.

Aja melas suwe-suwe! Ingat : Boleh galau tapi cukup 5 menit di malam Minggu saja! Kita punya sahabat bernama Yassar. Ketua KIR, Bendahara OSIS, Ketua Kelas, dan Sang Jawara. Betapa harumnya Sepuloh Enem punya siswa se-ELIT dia! Nggak hanya satu. Kita juga punya sahabat bernama Didin. Ketua PK 2011/2012. Siapa menyangka siswa bernomor absen satu di X6 itu bergerak aktif di bagian PK? What a happy we are!

Dua contoh itu merupakan siswa eks-X6. Ambillah sisi baiknya. Gantilah yang buruk jadi yang baik. Kalau telanjur baik maka jagalah dan tingkatkan.

“Jika kamu mengetahui dan menceritakan suatu kejelekan dariku, maka teramat sulit kamu akan mengetahui dan menceritakan suatu kebaikan dariku pula.” 

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Tulisan lainnya akan hadir kembali dengan judul yang berbeda.

 

Written at room, 22:06, 16/11/2011

Published at room, 20:49, 18/11/2011

Ananda Sevma

SEPULOH ENEM (MASIH) YANG TERKINI

Dan setelah sehari terlewatkan, hanya beberapa eks-X6 yang sudah membaca. Saya percaya kalian semua sibuk sesuatu. Entah yang IPA maupun IPS. Kita kan harus saling menghargai. Kalau nggak ada rasa saling menghargai tentunya kita pasti berpecah-belah.

Kelas kita yang sekarang ditempati pasti lebih kita nikmati daripada kelas yang dulu atau yang dulu-dulu pernah kita duduki. Semakin hari semakin cinta itu ibaratnya. Tapi kalau yang masih saja menganggap lebih enakan kelas yang dulu-dulu bisa diibaratkan Semakin hari semakin rindu. Cinta dan rindu sulit terpisahkan bukan?

Misalnya saja saya yang duduk di XI IPA 4 cinta terhadap kelas itu, sudah tentu saya tidak akan membenci kelas tersebut. Kalian sebaiknya juga. Tetaplah solid untuk kelasmu masing-masing! Walaupun masing-masing kelas memiliki wali yang seram atau tidak diminati, paksakan dirimu untuk berprestasi! Adapun jika wali kelasnya terlalu calm, jangan ber-‘leha-leha’ dengannya, tetap paksakan dirimu untuk berprestasi!

Masih ingatkah kalian peristiwa setahun lalu? Semoga masih. Yakni bencana letusan Gunung Merapi. Tak sedikit yang mengungsi dari teman-teman Sepuloh Enem. Dan adakah yang ingat dengan acara Kick Andy hari Sabtu di ruang 208? Hanya sedikit tentunya. Itulah kita. Di kala bencana datang yang sampai membuat ribuan orang sedih, kita masih sanggup tertawa. Di kala ada teman yang tiada akan kehadirannya, kita masih tetap bersama, bersatu (adil dan makmur?!).

SEPULOH ENEM SESAAT, SANGU DAN SKILL

Namun sekarang kita berpisah untuk sesaat. Bukan untuk selamanya. Boleh bersedih boleh tertawa, semua ada waktunya. Dan ingat, kita harus selalu menyapa. Menjadi insan yang cerdas dan peduli lingkungan. Dadi wong sing duwe ‘sangu’! Bekal ilmu dan amal.

Sedikit kutipan dari guru yang penulis cintai, “Kalau kalian nggak punya skill ya nggak bisa ngapa-ngapain…,”

Kalaulah dulu penulis rasakan, saya bukanlah siswa pintar, maka itu tidak salah. Tapi sekarang, di kelas XI, saya benar-benar menggubrak (menggubrak?, tepatnya: always keep spirit!). Tapi masih awal, masih seperseribu dari impianku. Walaupun masih panjang, tetaplah jangan lengah. Kelas kita yang sekarang tidak seELIT kelas yang dulu. Kita bisa bercengkerama dengan teman satu angkatan, kita bisa mengenal lebih jauh seluk-beluk Namche dan Goodbye, Sepuloh Enem-nya tidak begitu dirisaukan.

“Mudahkan dan jangan mempersulit, berikan kabar gembira dan jangan membuat manusia lari”

[HR. Bukhari, Kitabul ‘Ilmi no.69]

Tulisan berikutnya segera hadir, insyaAllah… With my love, Sepuloh Enem…

 

-

At livingroom, 22:07, 15/11/2011

Ananda Sevma

SEPULOH ENEM YANG TERKINI

SEPULOH ENEM YANG TERKINI

Bukan suatu ketidaksengajaan apabila kita melihat sejumlah fenomena yang di semester satu kelas XI (sebelas) ini. Teman-temanku terdahulu (di X6) ada kalanya masih saja menemukan hal-hal yang membuat saya sedikit aneh, bingung, dan nyaris tak bisa tertawa. Ada yang dari sono-nya pinter dan sekarang tetep pinter. Ada yang dulu (saya perkirakan) nggak bakal pacaran –eh- tapi pas kelas XI justru pacaran (nggak Cuma seorang). Ada pula yang dulu kelas X nggak suka ‘dolan’ tapi sekarang justru jarang ‘pulang’ (tepatnya terlambat pulang). Pokoknya varietas banget. Hanya satu yang nggak berubah : seorang wanita yang selalu diam, jarang ber-cerewet seperti yang lain, nggak narsis, dan udah pinter dari sono-nya. Tentu. Tak sulit tapi tak tak mudah ditebak.

Catatan ini sekaligus sebagai goresan curhat tentang gejolak di benak penulis untuk member kabar yang bisa membuat pembaca menjadi tersenyum senang atau sedih dendam berkesumat (dibaca: Galau). Stop! Jangan teruskan apa-apa yang membuat galau!

DULU SEPULOH ENEM, NGGAK TEGA

Bukankah kita untuk saling mengasihi, membantu, dan bukan untuk saling menghujat? Tapi di sini, di catatan seorang penulis berlevel newbie, marilah kita renungkan sejenak apa-apa yang sudah terjadi di kelas kita. What is the matter itulah Pokoknya.

Tulisan berikutnya segera hadir, insyaAllah… With my love, Sepuloh Enem…

 

-

Near my room, 9.00 PM, 14-11-2011

Ananda Sevma

Sepuloh Enem : Antara Tiada dan Ada

Sepuloh Enem : Antara Tiada dan Ada

Setahun terlewatkan bersama canda dan luka
Ada yang merasa biasa, ada yang merasa istimewa
Tergantung situasi dan kondisi penghuninya
Tercoret dari kisah zaman angkatan terbaru

Beberapa bulan terpisah dalam keadaan berpencar
Mencari zaman yang lebih baru
Meniti kisah di antara yang lebih dan yang kurang
Sepuloh Enem, kapan main? Kapan tertawa? Kapan kamu jadi idiot lagi?
Sepuloh Enem! Dimana segala keceriaanmu yang sengaja kauluapkan di antara kesedihanmu?

Setahun terlewatkan bersama cinta dan harap
Ada yang pesona, ada yang acuh, ada pula yang gundah
Tergantung situasi dan kondisi orangnya
Tersirat dalam lembaran yang nyaris hangus terbakar zaman

Beberapa bulan mereka berpencar mencari jati diri yang nyaris tak diketahui
Tak berpulang dalam kebersamaan
Sepuloh Enem, tak keruan kami memandang…

It was gone with the wind
But it’s all coming back to me

There were moments of gold
There were things we’d never do again
There were days of endless pleasure

 

 

dikarang oleh Ananda Sevma pada Selasa pagi, 23 Agustus 2011 di rumahnya.

Sepuloh Enem Berkarya untuk NAMCHE

Siswa-siswi Sepuloh Enem, ayo, kita berkarya untuk Namche!

Kirimkan karyamu berupa Cerepen atau Puisi!

Syarat :

  • puisi minimal 100 kata
  • cerpen minimal 250 kata
  • menggunakan font Corbel berukuran 12, spasi 1,0
  • bertema bebas tak terbatas

Karya harap dikirim ke sevma_ananda@yahoo.co.id dalam bentuk lampiran/dokumen (.doc atau .docx). Paling lambat via e-mail tanggal 20 Juni 2011. Paling lambat via Flashdisk tanggal 18 Juni 2011. Jangan lupa sertakan nama dan nomor absen. Kumpulan karya siswa-siswi Sepuloh Enem akan dibundel/dijilid dan dibuat kenang-kenangan yang nantinya ditaruh di Perpustakaan SMA Negeri 6 Yogyakarta.

The Curse of Mintin Island

Folklore from
Central Kalimantan

A long time ago in Kahayan Hilir, Central Kalimantan, there was an island named Mintin. The people in the island lived peacefully. The king of the island, King Mintin, was wise. He loved his people very much.

However, soon the happiness was ended. The kingdom was mourning. The queen just passed away. The king was sad and decided to leave the palace and went to another island. He asked his twin sons, Naga and Buaya, to lead the kingdom while he was away.

At first, Naga and Buaya led the kingdom wisely. They did their father’s advice to them. Unfortunately, it did not last long.

Naga and Buaya had different personalities. Naga was ignorant to the people and
loved parties, while Buaya was very caring and loving to the people. Buaya then
asked Naga to stop his bad habits.

Naga was angry. He asked Buaya not to disturb him. Buaya was also angry. He
reminded Naga about their father’s advice

“Father is not here! And you are not my father, why do I have listen to you?”
said Naga.

Both of them were angry and could not control themselves. They were fighting.
The fighting was getting bigger and it changed into a civil war. It was because
the soldiers were involved. The soldiers were divided into two parts.

Some of them supported Naga and the other soldiers supported Buaya. The people
of Mintin Island were suffering great pain. Because of the war, they could not
live peacefully. Some of them were very hungry and suffered from illnesses.
Mintin Island was in chaos!

The king finally heard the war. He decided to go back to Mintin Island. When he
arrived, he immediately asked his twin sons to stop the war. The king was
really angry.

“I’m very disappointed with you, sons. I trusted you to take care of this
kingdom. But you have failed. I don’t care who is right or wrong. Both of you
will be punished!” said the king. He then continued.

“Buaya, I know you are a good son. You are wise and love the people. But you
cannot control your emotions. Buaya, you have fewer mistakes than Naga. But I
still have to punish you. I curse you into a crocodile. You can stay here in
Mintin Island and your job is to take care of the people,” said the king.

He then talked to Naga. “You have more mistakes. So, the punishment is bigger.
I curse you into a dragon. You are not allowed to stay here. Go away and live
in other place!” asked the king.

Right after the king finished his last words, heavy storm attacked Mintin Island. Buaya and Naga slowly changed. Buaya became a crocodile and Naga became a dragon. ***

Bintang Aditya Pristanto / 06

Sepuloh Enem

karya : Ananda Sevma

Kelasku kelas indah, kelas sepuluh enam
Siswa-siswa pilihan, siswi-siswi unggulan
Isinya bak profesor, pemikir jempolan
Selintas seperti sibuk menjadi Anak Teladan

Dompet-dompet tebal, maklum kutu buku
Ngoceh paling jago, banyak baca novel dan komiknyo

Bercerita kelasku tentang siswa-siswinya
Nyatanya kelas ini oh mempesona

Buat apa susah-susah sekolah di Padmanaba
Sebab di sini ada kelas yang amat mewah
Hadir untuk menyeru, jadikan lambang aksi
Tetap di sini, tenang sajalah

Saat engkau terlempar, engkau bermurung seram
Tak nampak senyum di wajahmu
Pelajar begini banyaklah di kelas ini
Tiada bedanya dengan Merapi

Tinggalkan Padmanaba
Tinggalkan Delayota
Duduklah saja di sepuluh enam
Mari kita belajar, sambil makan diam-diam
Dengarkanlah kelasku sepuluh enam

[diciptakan pada Jumat malam hari, tanggal 19 November 2010]

[dipublikasikan pada Senin sore hari (17:00), tangga l 25 April 2010]

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.